Buscar

Blogger templates

SELAMAT DATANG DI BLOGSPOT RITA FEBRINA

Páginas

VLAN

Kinerja sebuah jaringan sangat dibutuhkan oleh organisasi terutama dalam hal kecepatan dalam pengiriman data. Salah satu kontribusi teknologi untuk meningkatkan kinerja jaringan adalah dengan kemampuan untuk membagi sebuah broadcast domain yang besar menjadi beberapa broadcast domain yang lebih kecil dengan menggunakan VLAN. Broadcast domain yang lebih kecil akan membatasi device yang terlibat dalam aktivitas broadcast dan membagi device ke dalam beberapa grup berdasar fungsinya, se[erti layanan databasse untuk unit akuntansi, dan data transfer yang cepat untuk unit teknik.
Teknologi VLAN (Virtual Local Area Network) bekerja dengan cara melakukan pembagian network secara logika ke dalam beberapa subnet. VLAN adalah kelompok device dalam sebuah LAN yang dikonfigurasi (menggunakan software manajemen) sehingga mereka dapat saling berkomunikasi asalkan dihubungkan dengan jaringan yang sama walaupun secara fisikal mereka berada pada segmen LAN yang berbeda. Jadi VLAN dibuat bukan berdasarkan koneksi fisikal namun lebih pada koneksi logikal, yang tentunya lebih fleksibel. Secara logika, VLAN membagi jaringan ke dalam beberapa subnetwork. VLAN mengijinkan banyak subnet dalam jaringan yang menggunakan switch yang sama.


Beberapa keuntungan penggunaan VLAN antara lain:
1.      Security – keamanan data dari setiap divisi dapat dibuat tersendiri, karena segmennya bisa dipisah secarfa logika. Lalu lintas data dibatasi segmennya.
2.      Cost reduction – penghematan dari penggunaan bandwidth yang ada dan dari upgrade perluasan network yang bisa jadi mahal.
3.      Higher performance – pembagian jaringan layer 2 ke dalam beberapa kelompok broadcast domain yang lebih kecil, yang tentunya akan mengurangi lalu lintas packet yang tidak dibutuhkan dalam jaringan.
4.      Broadcast storm mitigation – pembagian jaringan ke dalam VLAN-VLAN akan mengurangi banyaknya device yang berpartisipasi dalam pembuatan broadcast storm. Hal ini terjadinya karena adanya pembatasan broadcast domain.
5.      Improved IT staff efficiency – VLAN memudahkan manajemen jaringan karena pengguna yang membutuhkan sumber daya yang dibutuhkan berbagi dalam segmen yang sama.
6.      Simpler project or application management – VLAN menggabungkan para pengguna jaringan dan peralatan jaringan untuk mendukung perusahaan dan menangani permasalahan kondisi geografis.

VPN DALAM JARINGAN


Pengertian VPN 
Virtual Private Network  atau VPN adalah suatu jaringan pribadi yang dibuat dengan menggunakan jaringan publik, atau
dengan kata  lain menciptakan suatu WAN yang sebenarnya terpisah baik secara fisikal maupun geografis sehingga secara
logikal membentuk satu netwok tunggal, paket data yang mengalir antar site maupun dari user yang melakukan remote
akses akan mengalami enkripsi dan authentikasi sehingga menjamin keamanan, integritas dan validitas data. Perlu
penerapan teknologi tertentu agar walaupun menggunakan medium yang umum, tetapi traffic (lalu lintas) antar remote-site
tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke
dalam remote-site.
Jenis Implementasi VPN
Remote Access VPN
Remote access yang biasa juga disebut virtual private dial-up network (VPDN), menghubungkan antara pengguna yang
mobile dengan local area network (LAN). Jenis VPN ini digunakan oleh pegawai perusahaan yang ingin terhubung ke
jaringan khusus perusahaannya dari berbagai lokasi yang jauh (remote) dari perusahaannya. Biasanya perusahaan yang
ingin membuat jaringan VPN tipe ini akan bekerjasama dengan enterprise service provider (ESP). ESP akan memberikan
suatu network access server (NAS) bagi perusahaan tersebut. ESP juga akan menyediakan software klien untuk
komputer-komputer yang digunakan pegawai perusahaan tersebut.
Untuk mengakses jaringan lokal perusahaan, pegawai tersebut harus terhubung ke NAS dengan men-dial nomor telepon
yang sudah ditentukan. Kemudian dengan menggunakan sotware klien, pegawai tersebut dapat terhubung ke jaringan lokal
perusahaan.
Perusahaan yang memiliki pegawai yang ada di lapangan dalam jumlah besar dapat menggunakan remote access VPN
untuk membangun WAN. VPN tipe ini akan memberikan keamanan, dengan mengenkripsi koneksi antara jaringan lokal
perusahaan dengan pegawainya yang ada di lapangan. Pihak ketiga yang melakukan enkripsi ini adalah ISP.Site-to-site VPN
Jenis implementasi VPN yang kedua adalah site-to-site VPN. Implementasi jenis ini menghubungkan antara 2 kantor atau
lebih yang letaknya berjauhan, baik kantor yang dimiliki perusahaan itu sendiri maupun kantor perusahaan mitra kerjanya.
VPN yang digunakan untuk menghubungkan suatu perusahaan dengan perusahaan lain (misalnya mitra kerja, supplier atau
pelanggan) disebut ekstranet. Sedangkan bila VPN digunakan untuk menghubungkan kantor pusat dengan kantor cabang,
implementasi ini termasuk jenis intranet site-to-site VPN.
 Protokol Tunneling Utama VPN
Point-to-Point Tunneling Protocol (PPTP)
PPTP dikembangkan oleh Microsoft dan Cisco merupakan protokol jaringan yang memungkinkan pengamanan transfer data
dari remote client ke server pribadi perusahaan dengan membuat sebuah VPN melalui TCP/IP (Snader, 2005).  Teknologi
jaringan PPTP merupakan pengembangan dari remote access Point-to-Point protocol yang dikeluarkan oleh Internet
Engineering Task Force (IETF). PPTP merupakan protokol jaringan yang merubah paket PPP menjadi IP datagrams agar
dapat ditransmisikan melalui intenet. PPTP juga dapat digunakan pada jaringan private LAN-to-LAN.
PPTP terdapat sejak dalam sistem operasi Windows NT server dan Windows NT Workstation versi 4.0. Komputer yang
berjalan dengan sistem operasi tersebut dapat menggunakan protokol PPTP dengan aman untuk terhubung dengan private
network sebagai klien dengan remote access melalui internet. PPTP juga dapat digunakan oleh komputer yang terhubung
dengan LAN untuk membuat VPN melalui LAN.
Fasilitas utama dari penggunaan PPTP adalah dapat digunakannya public-switched telephone network (PSTNs) untuk
membangun VPN. Pembangunan PPTP yang mudah dan berbiaya murah untuk digunakan secara luas, menjadi solusi untuk
remote users dan mobile users karena PPTP memberikan keamanan dan enkripsi komunikasi melalui PSTN ataupun
internet.
Layer 2 Tunneling Protocol (L2TP)
L2TP adalah tunneling protocol yang memadukan dua buah tunneling protokol yaitu L2F (Layer 2 Forwarding) milik cisco dan
PPTP milik Microsoft (Gupta, 2003). L2TP biasa digunakan dalam membuat Virtual Private Dial Network (VPDN) yang dapat
bekerja membawa semua jenis protokol komunikasi didalamnya. Umunnya L2TP menggunakan port 1702 dengan protocol
UDP untuk mengirimkan L2TP encapsulated PPP frames sebagai data yang di tunnel.Terdapat dua model tunnel yang
dikenal (Lewis, 2006), yaitu compulsorydan voluntary. Perbedaan utama keduanya terletak pada endpoint tunnel-nya. Pada
compulsory tunnel, ujung tunnel berada pada ISP, sedangkan pada voluntaryujung tunnel berada pada client remote.
IPsecIPSec merupakan suatu pengembangan dari protokol IP yang bertujuan untuk menyediakan keamanan pada suatu IP
danlayer yang berada diatasnya (Carmouche, 2006). IPSec (Internet Protocol Security) merupakan salah satu mekanisme
yang diimplementasikan pada Virtual Private Network. Paket IP tidak memiliki aspek security, maka hal ini akan
memudahkan untuk mengetahui isi dari paket dan alamat IP itu sendiri. Sehingga tidak ada garansi bahwa menerima paket
IP merupakan dari pengirim yang benar, kebenaran data ketika ditransmisikan. IPSecmerupakan metode yang memproteksi
IP datagram ketika paket ditransmisikan pada traffic. IPSec berkerja padalayer tiga OSI yaitu network layer sehingga dapat
mengamankan data dari layer yang berada atasnya. IPSec terdiri dari dua buah security protokol (Carmouche, 2006) :
-        AH (Authentication Header) melakukan autentikasi datagram untuk mengidentifikasi pengirim data tersebut.
-          ESP (Encapsulating Security Header) melakukan enkripsi dan layanan autentifikasi.
IPSec menggunakan dua buah protokol berbeda untuk menyediakan pengamanan data yaitu AH dan ESP keduanya dapat
dikombinasikan ataupun berdiri sendiri. IPSec memberikan layanan security pada level IP dengan memungkinkan suatu
system memilih protokol security yang dibutuhkan, algoritma yang digunakan untuk layanan, dan menempatkan kunci
kirptografi yang dibutuhkan unutk menyediakan layanan. Dua buah protokol yang digunakan untuk memberikan layanan
kemanan yaitu autentikasi protokol yang ditunjuk pada header protokol yaitu AH (Authentication Header) dan sebuah protokol
yang mengkombinasikan enkripsi dan autentikasi yang ditunjuk oleh header paket untuk format tersebut yaitu ESP
(Encapsulating Security Payload).
Perbedaan Antara PPTP, L2TP, dan IPSec
Adanya perbedaan sistem dari masing-masing protocol menimbulkan pertanyaan bagaimana QoS (Quality of Services) dari
masing-masing protocol pada jaringan VPN. Menurut Arora, 2001 menyebutkan IPsec adalah protocol yang memberikan
keamanan paling kuat diantara protocol lainnnya, sementara L2TP protocol yang mempunyai basic keamanan seperti
protocol PPTP, tetapi protocol L2TP ini dapat di gabungkan dengan IPsec apabila ingin mendapatkan interoperabilitas yang
lengkap dan keamanan yang kuat. Penelitian yang dilakukan oleh Arora ini menggunakan beberapa vendor yang berbeda
dengan menggunakan indikator seperti keamanan, performansi dengan meliputi throughput dan latency, skalabilitas,
flesibelitas, interoperabilitas dan aplikasi.
Penelitian lain menyebutkan bahwa perbedaan kinerja protocol VPN ini berada pada sistem security dari masing-masing
protocol. Menurut Berger, 2006 menyebutkan bahwa perbedaan terdapat pada komplesitas dari metode autentikasi dari
masing-masing protocol. Semakin aman sebuah protocol mengirimkan sebuah data maka semakin rumit proses enkasulasi
dan enkripsi pada data tersebut, sehingga menyebabkan penambahan ukuran file yang akan di transferkan. Penelelitian
yang dilakukan Berger untuk membandingkan performansi dari protocol tunneling vpn ini menggunakan vendor yang
berbeda. Perbandingan dilakukan dengan menggunakan indikator seperti  fungsional dasar VPN establishment time, link
quality, dan tunnel re-initiation time,Performansi menggunakan parameter throughput, dan keamanan.
Dari ke dua penelitian di atas dilakukan dengan membandingkan performansi dealam berbagai aspek seperti fusgionalitas,
keamanan, sakalabilitas, dan aplikasi. Hasil dari kedua percobaan di atas menunjukan masing-pasing protokol memiliki
kelebihan dan kelemahan dalam performansi di dalam jaringan VPN. Oleh karena itu penelitian terbaru harus dilakukan
karena dengan perkembangan teknologi dan metode yang berkembang pada tunneling VPN. Penellitian ini dimaksudkanuntuk melihat perkembangan metode tunneling VPN, dalam hal ini yang akan di bandingkan adalah Tunneling VPN L2TP
pada Layer 2 dan IPsec pada Layer 3. pada peneleitian ini PPTP tidak dikutsertakan karena Implementasinya saat ini sudah
tidak banyak yang memamkai. QoS (Quality of Services) menjadi sorotoan utama dari penelitian ini, parameter yang akan
digunakan adalah delay, jitter, dan throughput sebagai indikator performansi metode tunneling pada jaringan VPN.

rancangan jaringan 1lantai,3 ruangan,20 pc


WiFi 802.11ac

Industri jaringan nirkabel sudah membuat rencana dan pengembangan produk untuk penerus 802.11N-standar yang baik IEEE dan Wi-Fi Alliance sebut sebagai 802.11ac. Bahkan, dengan perwakilan dari salah satu vendor perangkat keras jaringan atas, sindiran dilakukan dengan fakta bahwa perusahaan telah mulai berfokus pada pengembangan produk untuk generasi baru teknologi nirkabel.

Tidak banyak informasi rinci yang tersedia pada standar 802.11ac, jadi saya ingin mendapatkan informasi terbaru dari orang-orang dalam Aliansi tahu-Wi-Fi. Kelly Davis-Felner, direktur pemasaran untuk kelompok, disediakan beberapa wawasan ke dalam proses ratifikasi 802.11ac itu.

802.11ac hanya beroperasi dalam spektrum, 5 GHz yang merupakan spektrum yang lebih jelas dengan gangguan kurang. Hal ini juga disebut VHT, pendek untuk Throughput Sangat Tinggi. 802.11ac sangat ideal untuk aplikasi rumah digital seperti video karena mampu melakukan pada 1 Gbps kecepatan data mentah. Bandingkan dengan apa yang kita miliki saat ini, perangkat yang paling kuat jaringan 802.11n dapat mencapai 600 Mbps.

Davis-Felner mengatakan bahwa jenis throughput yang bisa "mengirimkan 3 video HD pada saat yang sama." Dia juga mengatakan bahwa Wi-Fi Alliance memiliki kelompok tugas di tempat untuk mendefinisikan persyaratan pasar untuk 802.11ac. Para Wi-Fi Alliance adalah badan yang bertanggung jawab untuk produk-produk jaringan sertifikasi sebagai yang kompatibel dengan standar nirkabel tertentu dan Anda dapat sering melihat label pada kemasan produk-produk jaringan yang paling utama '.

Davis-Felner mengatakan salah satu pertanyaan paling sering diajukan tentang standar ini, waktu yang dibutuhkan lebih lama untuk meratifikasi dan menyatakan sebagai 802.11n? Davis-Felner mengatakan bahwa anggota Wi-Fi Alliance kita mengatakan, "ada banyak hal dari sudut pandang kemajuan untuk memastikan itu tidak memakan waktu lama" dan bahwa "Wi-Fi Alliance mengambil isyarat dari pasar dan tidak IEEE. "

Itu berarti kita dapat berharap untuk melihat produk 802.11ac tersedia di pasar sebelum IEEE meratifikasi standar. Ingat semua dari router 802.11n draft yang tersedia sebelum 802.11n diratifikasi pada bulan September 2009?

Menurut Wi-Fi Alliance, di 802.11ac, perangkat yang diperlukan untuk mendukung 20, 40, dan 80 saluran MHz. Penggunaan 160 MHz saluran adalah opsional, tetapi didukung. 802.11ac mendorong ikatan saluran bahkan lebih jauh dari 802.11n. Saluran ikatan adalah teknologi diperkenalkan dengan standar 802.11n yang meningkatkan bandwidth dengan menggabungkan saluran. Ada beberapa peringatan dengan saluran dan 802.11ac Namun, sebagian besar didasarkan pada lokasi geografis. Saluran melebihi 40 MHz bandwidth di Eropa dan Jepang belum menerima persetujuan pemerintah. VHT 5G perangkat terbatas pada 20 MHz dan 40 MHz saluran akan lebih dekat dengan perangkat 802.11n daripada posisi yang diharapkan dari perangkat VHT 5G. Juga, di Cina, bandwidth yang tersedia terbatas menyiratkan bahwa 160 MHz saluran tidak tersedia.

Implementasi IPv6 di Windows XP

IPv6 dan Windows (Bagian 1)
Dengan mengesampingkan Vista dan Longhorn (karena saya juga belum melihat lebih jauh) IPv6 di Windows masih ketinggalan dibanding pada Linux dengan kernel USAGI dan UNIX BSD yang merupakan standar referensi perkembangan stack IPv6. 
Implementasi IPv6 pada keluarga Windows :
1.    Windows 95/98/NT (Hitachi Toolnet6 dan Trumpet Winsock 5.0)
2.    Windows 2000/NT4 (Microsoft Research IPv6 Protocol Stack)
3.    Windows 2000 SP3 atau SP4  (Microsoft IPv6 Technology Preview)
4.    Windows XP SP1 atau SP2 dan Windows 2003 Server (IPv6 Stack)
5.    Windows Vista dan Longhorn (updated IPv6 stack)
Lebih jelasnya silakan tengok halaman http://www.microsoft.com/ipv6
Tulisan ini akan sedikit mengupas tentang konfigurasi IPv6 pada sistem operasi Windows yang dibuat berbasis Windows XP SP2. Untuk Windows versi yang lain menyusul dan diharapkan ada yang menyumbangkan tulisannya (terutama pada Windows Vista).
1.    Instalasi
a. Command Prompt
Run Commannd > cmd
C:\Documents and Settings\rusiawan>ipv6 install
Installing…
Succeeded.
b. GUI via Network Connection
Control Panel > Network Connection > Local Area Connection > Install > Protocol Microsoft TCP/IP Version 6, OK
Lalu pada LAN Properties pastikan ada ceklist pada bagian Microsoft TCP/IP version 6

2.    Konfigurasi
a.    Konfigurasi alamat IPv6
Bisa dilakukan secara otomatis maupun manual.
Konfigurasi IPv6 secara otomatis didapatkan dari stateless autoconfiguration yang diterima dari router advertisement dan stateful autoconfiguration dari DHCPv6. Jika ada router IPv6 yang mengirimkan router advertisement sementara mesin Windows dengan IPv6 yang sudah terinstall di dalamnya tidak langsung mendapatkan IPv6 maka bisa diketikkan pada command prompt :
C:\Documents and Settings\rusiawan>ipv6 renew
Sedangkan konfigurasi manual bisa dilakukan dengan netsh (pada Windows XP) atau melalui GUI (pada Vista). Untuk penggunaan netsh ini bisa dilihat pada tulisan IPv6 dan Windows Bagian ke-2
b.    Cek IPv6 pada Windows
Bisa dilakukan berbagai perintah dari Command Prompt :
-    “ipconfig” atau “ipconfig /all”  atau “ipv6 if”
Misal pada konfigurasi komputer saya hasil dari “ipv6 if” adalah sbb.  :
Interface 7: Teredo Tunneling Pseudo-Interface
  Guid {6CB843A6-2A72-41BD-9939-D6BE245CD7DB}
  zones: link 7 site 4
  cable unplugged
  uses Neighbor Discovery
  uses Router Discovery
  routing preference 2
  link-layer address: 0.0.0.0:0
    preferred link-local fe80::5445:5245:444f, life infinite
    multicast interface-local ff01::1, 1 refs, not reportable
    multicast link-local ff02::1, 1 refs, not reportable
  link MTU 1280 (true link MTU 1280)
  current hop limit 128
  reachable time 19500ms (base 30000ms)
  retransmission interval 1000ms
  DAD transmits 0
  default site prefix length 48
Interface 6: Ethernet: Local Area Connection
  Guid {0E88C316-A27B-4899-A5E1-7C9DB0E4A727}
  uses Neighbor Discovery
  uses Router Discovery
  link-layer address: 00-08-02-94-d0-43
    preferred global 2001:d30:3:242:fdae:16fe:9d48:a3f5, life 6d48m3s/45m16s (temporary)
    preferred global 2001:d30:3:242:208:2ff:fe94:d043, life 29d23h55m43s/6d23h55m43s (public)
    preferred link-local fe80::208:2ff:fe94:d043, life infinite
    multicast interface-local ff01::1, 1 refs, not reportable
    multicast link-local ff02::1, 1 refs, not reportable
    multicast link-local ff02::1:ff94:d043, 2 refs, last reporter
    multicast link-local ff02::1:ff48:a3f5, 1 refs, last reporter
  link MTU 1500 (true link MTU 1500)
  current hop limit 64
  reachable time 23500ms (base 30000ms)
  retransmission interval 1000ms
  DAD transmits 1
  default site prefix length 48
Interface 3: 6to4 Tunneling Pseudo-Interface
  Guid {A995346E-9F3E-2EDB-47D1-9CC7BA01CD73}
  does not use Neighbor Discovery
  does not use Router Discovery
  routing preference 1
  link MTU 1280 (true link MTU 65515)
  current hop limit 128
  reachable time 15000ms (base 30000ms)
  retransmission interval 1000ms
  DAD transmits 0
  default site prefix length 48
Interface 2: Automatic Tunneling Pseudo-Interface
  Guid {48FCE3FC-EC30-E50E-F1A7-71172AEEE3AE}
  does not use Neighbor Discovery
  does not use Router Discovery
  routing preference 1
  EUI-64 embedded IPv4 address: 0.0.0.0
  router link-layer address: 0.0.0.0
    preferred link-local fe80::5efe:167.205.64.60, life infinite
  link MTU 1280 (true link MTU 65515)
  current hop limit 128
  reachable time 36500ms (base 30000ms)
  retransmission interval 1000ms
  DAD transmits 0
  default site prefix length 48
Interface 1: Loopback Pseudo-Interface
  Guid {6BD113CC-5EC2-7638-B953-0B889DA72014}
  zones: link 1 site 5
  does not use Neighbor Discovery
  does not use Router Discovery
  link-layer address:
    preferred link-local ::1, life infinite
    preferred link-local fe80::1, life infinite
  link MTU 1500 (true link MTU 4294967295)
  current hop limit 128
  reachable time 24500ms (base 30000ms)
  retransmission interval 1000ms
  DAD transmits 0
  default site prefix length 48
  
Bisa dilihat ada 7 interface (2 diantaranya yaitu interface 4 dan 5 tidak tampak karena merupakan interface VMware pada kondisi disable) yaitu :
1.    Interface 7 adalah Teredo Tunneling
2.    Interface 6 adalah  fisik (Ethernet)
3.    Interface 3 adalah 6to4 Tunneling
4.    Interface 2 adalah Automatic Tunneling dengan alamat embedded IPv4
5.    Interface 1 adalah loopback
Masing-masing alamat IPv6 pada interface diatas untuk lebih ringkasnya akan ditunjukkan lewat contoh keluaran dari salah satu perintah netsh :

Interface 7 adalah Teredo Tunneling, mirip seperti 6to4 (lihat Dasar IPv6), hanya bedanya jika 6to4 membutuhkan alamat IPv4 publik maka Teredo bisa digunakan dalam lingkungan alamat IPv4 dengan NAT.  Terlihat interface ini memiliki sebuah alamat link local.
Pada interface 6 (fisik) yang terhubung ke jaringan terlihat terdapat 3 alamat global dan 1 alamat link local. Untuk alamat global ada 2 alamat temporer dan 1 alamat publik. Alamat temporer ini dibangkitkan secara acak (interface identifier-nya)  dengan tujuan keamanan, yaitu agar tidak mudah melacak pemilik IPv6 saat terkoneksi ke Internet. Seperti kita ketahui alamat IPv6 dengan address autoconfiguration (contohnya adalah alamat bertipe publik tadi) ini interface identifier-nya dibentuk dari alamat fisik Ethernet atau MAC Address (EUI-64) sehingga mudah melacak pemiliki suatu IPv6 (pada koneksi dial-up misalnya).
Pada interface 3 (6to4) kebetulan tidak terkonfigurasi alamat IPv6 dengan tipe ini. Alamat 6to4 ini digunakan untuk konektivitas ke jaringan IPv6 melalui gateway/proxy 6to4 yang memiliki alamat anycast 192.88.99.1. Jika ada maka alamat ini akan mempunyai prefix 2002::/16 dengan 32 bit akhir adalah interface identifier yang dibentuk dari konversi desimal ke heksa bit IPv4 dari host (untuk host) dan bit IPv4 192.88.99.1 untuk gateway (c058:6301). Dimana dengan alamat ini secara otomatis akan diarahkan ke gateway 6to4 terdekat (karena 192.88.99.1 disepakati sebagai alamat anycast). Jika jaringan di lingkungan kita belum mendukung IPv6 maka koneksi IPv6 bisa kita peroleh melalui mekanisme ini.
Berikut contoh alamat 6to4 pada komputer saya (karena saya punya router IPv6 yang mengirim router advertisement,agar saya tidak mendapat alamat autoconfiguration maka pada menu Services, Remote Registry saya stop. Sehingga komputer saya akan menggunakan alamat 6to4 untuk konektivitas ke jaringan IPv6 )  :
Bisa dilihat konektivitas IPv6 ke www.itb.ac.id melewati proxy 6to4 ::192.88.99.1 dahulu untuk menjangkau jaringan IPv6 di Internet.
Interface 2 adalah alamat Automatic Tunneling misalnya yang tercantum disini adalah alamat link local ISATAP (Intra-Site Automatic Tunnel Addressing Protocol) dengan format fe80::5efe:w:x:y:z, dimana w:x:y:z adalah alamat IPv4 dari host yang bersangkutan.